Kiat Realistis Wujudkan Umroh Halal dan Aman di Segala Usia
Kerinduan menunaikan ibadah umroh adalah impian yang menyala di hati setiap Muslim. Siapa pun, di usia berapa pun, pasti mendambakan momen sujud di depan Ka’bah, berdoa di Multazam, dan meneteskan air mata haru di Masjid Nabawi.
Namun, di balik impian itu, banyak orang masih bertanya-tanya: bagaimana cara menyiapkan biaya, apa hukum umroh mandiri, dan bagaimana memastikan keberangkatan yang sah secara hukum?
Semua jawabannya bermuara pada satu hal: niat tulus dan perencanaan matang. Dari menabung dengan sabar hingga memahami aturan resmi pemerintah, perjalanan menuju Tanah Suci harus dimulai dengan langkah yang benar.
Umroh bukan sekadar perjalanan spiritual, tapi simbol penyucian diri. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Umroh ke umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menunjukkan betapa agungnya ibadah umroh. Selain menghapus dosa, ia juga menjadi jalan terbukanya rezeki dan keberkahan hidup. Banyak yang mengaku setelah menunaikan umroh, hatinya lebih tenang, rezekinya lebih lapang, dan kehidupannya lebih terarah.
Karena umroh sejatinya adalah panggilan cinta Allah سبحانه وتعالى bagi hamba-hamba-Nya yang terpilih.
Banyak orang berpikir umroh hanya bisa dilakukan oleh mereka yang kaya. Padahal, dengan disiplin dan strategi finansial yang benar, siapa pun bisa berangkat. Berikut beberapa tips realistis untuk menabung umroh:
Tetapkan target biaya dan waktu. Misalnya, Anda ingin berangkat dua tahun lagi dengan estimasi Rp35 juta. Maka, cukup sisihkan Rp1,5 juta per bulan.
Gunakan rekening khusus. Hindari mencampur dana umroh dengan pengeluaran harian agar lebih mudah dikontrol.
Manfaatkan tabungan syariah. Program tabungan umroh di bank syariah biasanya sudah dilengkapi fasilitas autodebet dan asuransi perlindungan.
Atur ulang gaya hidup. Kurangi pengeluaran tidak penting seperti langganan hiburan, nongkrong, atau belanja impulsif.
Cari sumber penghasilan tambahan. Misalnya dengan bisnis kecil, afiliasi produk, atau kerja lepas online.
Yang penting adalah niat dan konsistensi. Karena Allah سبحانه وتعالى tidak melihat seberapa besar nominalnya, tapi seberapa ikhlas dan tekun usaha Anda menuju jalan ibadah.
Tidak ada usia yang terlalu muda atau terlalu tua untuk berangkat ke Tanah Suci. Umroh adalah ibadah yang relevan di setiap fase kehidupan:
Usia muda: waktu terbaik untuk mengisi masa produktif dengan ibadah besar. Energi masih kuat, mental masih segar, dan pengalaman spiritual akan menjadi bekal hidup.
Usia matang: saat ideal untuk berangkat bersama pasangan atau keluarga, menjemput berkah dan menambah rasa syukur atas pencapaian hidup.
Usia senja: menjadi perjalanan spiritual terakhir yang penuh makna dan ketenangan, menutup usia dengan amal terbaik.
Setiap usia punya kisahnya sendiri. Yang terpenting adalah tidak menunda panggilan Allah سبحانه وتعالى, karena kesempatan tidak selalu datang dua kali.
Belakangan ini, banyak calon jamaah yang memilih umroh mandiri — yaitu mengatur sendiri seluruh perjalanan tanpa bergabung dalam rombongan travel. Biasanya, mereka lebih bebas menentukan tanggal keberangkatan, pilihan hotel, dan jadwal ibadah.
Namun, yang sering terlewat adalah pemahaman tentang legalitas dan regulasi yang berlaku.
Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umroh, semua bentuk penyelenggaraan umroh — termasuk yang dilakukan secara mandiri — tetap harus mengikuti ketentuan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Hal ini dilakukan agar jamaah tetap terlindungi dari praktik penipuan, visa ilegal, atau biro perjalanan yang tidak terdaftar.
Jika Anda memilih jalur mandiri, pastikan mengurus visa melalui pihak resmi. Saat ini sudah banyak layanan terpercaya seperti jual visa umroh mandiri yang beroperasi secara legal dan diakui Kedutaan Arab Saudi. Dengan begitu, perjalanan Anda tidak hanya sah secara hukum, tapi juga aman dan nyaman.
Banyak calon jamaah tergiur dengan promo harga murah tanpa memeriksa izin penyelenggara. Akibatnya, tidak sedikit yang gagal berangkat atau bahkan tertipu.
Legalitas bukan hal sepele — ini adalah jaminan keamanan dan kenyamanan Anda selama beribadah.
Pemerintah Indonesia pun kini memperketat sistem pengawasan terhadap kegiatan umroh. Setiap penyelenggara diwajibkan memiliki izin resmi, sistem keberangkatan transparan, dan perlindungan bagi jamaah.
Dengan mengikuti jalur legal, Anda tidak hanya melindungi diri, tetapi juga menjaga kesucian niat ibadah agar tetap sesuai syariat.
Umroh bukan sekadar perjalanan jauh, tapi perjalanan menuju kedekatan dengan Allah سبحانه وتعالى. Dari menabung dengan sabar hingga memastikan dokumen legal, setiap langkah menuju Baitullah bernilai ibadah.
Tidak masalah berapa usia Anda, berapa gaji Anda, atau seberapa lama waktu yang dibutuhkan. Yang terpenting adalah mulai sekarang. Karena Allah سبحانه وتعالى berfirman:
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalaq: 2–3).
Maka, jangan ragu. Rencanakan dengan matang, tabung dengan sabar, dan pilih jalur resmi. Karena perjalanan menuju Ka’bah bukan hanya perjalanan hidup — tapi perjalanan menuju ketenangan yang hakiki.
info@lincoln.edu.my
+603-7806 3478 (Hotline)
© 2024 All rights Reserved.
WhatsApp us